7 Tips Sehat untuk Jamaah Calon Haji yang Hamil

Para jamaah calon haji khususnya ibu hamil perlu strategi khusus untuk jaga keadaan kesehatannya. Turuti panduan sehat ini.

Jakarta Menyongsong beribadah haji, beberapa jamaah calon haji – khususnya yang hamil – perlu menyiapkan keadaan fisik dan moralnya sebaik-baiknya. Sesungguhnya ada bermacam panduan sehat yang dapat digerakkan supaya kesehatan badan selalu terlindungi sampai pucuk beribadah haji.

Khusus untuk ibu hamil sebagai jamaah calon haji, sesungguhnya masih bisa pergi untuk berhaji. Tetapi penting diingat jika umur kehamilannya di bawah 14 minggu dan di atas 26 minggu, ibu hamil dilarang untuk pergi karena benar-benar beresiko untuk keadaan kehamilan. Disamping itu ibu hamil yang masih belum terima vaksin meningitis jangan pergi.

Informasi Haji Furoda

Tetapi tidak ada info sah berkenaan tidak ada atau adanya jamaah calon haji yang sedang hamil. Meskipun begitu, keadaan ibu hamil yang pergi jalankan beribadah haji masih penting diingat. Rentannya keadaan ibu hamil – apa lagi bila akan jalankan beribadah haji – memang jangan diacuhkan. Apa lagi beribadah ini perlu penyiapan beberapa bulan.

Saat perjalanan untuk berhaji diawali, jamaah akan lewat perjalanan udara seputar 9,5 jam. Untuk calon jamaah yang hamil, keadaan ini sudah pasti dapat beresiko. Beribadah haji memang jadi salah satu perihal yang diharuskan untuk umat Muslim yang sanggup secara keuangan, fisik dan psikis. Tetapi kewajiban ini pasti harus disokong dengan keadaan kesehatan yang oke, khususnya dalam masalah ini untuk ibu hamil.

Supaya kesehatan ibu hamil dan janin tetap terjaga, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan.

  1. Saat reservasi bangku pesawat, tentukan bangku yang dekat lorong supaya mempermudah akses ke toilet.
  2. Beberapa pakar menyarankan pemakaian stoking khusus yang bisa tingkatkan perputaran pendarahan dan menahan berlangsungnya pembekuan darah yang dapat akibatkan sumbatan.
  3. Jauhi status diam dalam waktu yang lama. Kerjakan pengenduran secara periodik.
  4. Penuhi gizi badan. Membawa vitamin prenatal untuk mendukung gizi badan.
  5. Menjaga hidrasi badan. Umumnya, orang dewasa perlu 2 ltr air setiap hari. Tetapi di Tanah Suci, cuaca lebih panas hingga ibu hamil dianjurkan untuk minum semakin banyak agar terbebas dari dehidrasi.
  6. Membawa beberapa obat yang diresepkan oleh dokter, misalkan obat mual dan muntah, demam, sakit di kepala, diare, dan sebagainya seperti keperluan dan keadaan. Yakinkan obat-obat itu aman dimakan saat hamil.
  7. Turunkan rutinitas yang tak perlu atau mungkin tidak memaksain diri lakukan beribadah sunnah saat keadaan kesehatan tidak sedang konstan. Urus waktu secara baik supaya tidak keadaan fisik tidak terkuras saat beribadah pucuk.

Dengan mengikut panduan di atas, diinginkan jamaah calon haji yang hamil selalu masih sehat dan lancar dalam melakukan beribadah haji. Bila menjumpai masalah atau rasakan tanda-tanda yang mengusik, tidak boleh sangsi untuk segera cari bantuan medis.

Bagi anda yang ingin berhaji tanpa masa tunggu. Anda bisa mendaftar Haji Furoda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *