Dampak Kawasan Industri bagi masyarakat

Keberadaan kawasan industri memanglah berarti untuk kenaikan ekonomi sesuatu negeri. Tetapi, keberadaannya pula wajib diatur serta dikelola sedemikian rupa supaya tidak memunculkan akibat negatif.

Pembangunan kawasan industri tidak boleh hingga mengusik produktivitas pertanian, sumber energi alam serta peninggalan budaya. Maksudnya, kawasan industri tidak boleh didirikan di daerah tanah pertanian sehingga kurangi areal lahan pertanian produktif.

Kawasan industri pula tidak boleh didirikan di atas tanah yang mempunyai guna utama bagaikan pelindung sumber energi alam dan peninggalan budaya. Karenanya, dalam mendirikan dan mengelola kawasan industri memanglah wajib berjaga- jaga serta patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Butuh dikenal kalau dalam pembangunan kawasan industri, yang ditimbulkan bukan cuma akibat positif saja, melainkan pula berpotensi memunculkan akibat negatif.

 

Adapun dampak positif kawasan industri meliputi :

  • Dapat meningkatkan taraf ekonomi penduduk di sekitarnya
  • Dapat mendorong peningkatan produksi barang industri
  • Meningkatkan ekspor

Sedangkan dampak negatif yang mungkin muncul dari kawasan industri meliputi :

  • Pencemaran dan polusi dari industri berupa limbah industri
  • Berkurangnya lahan hijau

Untuk mengantisipasi efek negatif kawasan industi, dibutuhkan pengelolaan limbah yang baik. Jadi, jangan sampai polusi dan limbah berbahaya bagi lingkungan hidup dan penduduk sekitar.

Selain itu, diperlukan pula usaha penanaman pohon serta penghijauan agar dapat mengurangi polusi udara dari asap-asap hasil industri.

 

Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri

Indonesia memiliki Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI). WPPI adalah suatu bentang alam yang terdiri dari berberapa daerah dengan potensi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya kegiatan industri serta mempunyai keterkaitan ekonomi yang sifatnya dinamis karena mendapat dukungan dari sistem perhubungan yang baik.

 

Dalam WPPI inilah, salah satunya terdapat kawasan berikat. Jadi, kawasan berikat adalah bagian dari WPPI. Selain kawasan berikat, WPPI juga terdapat Zona industri. Zona industri ini adalah wilayah dalam WPPI dengan daya ikat spasial atau keruangan kegiatan ekonomi secara umum, dan kegiatan insdustri secara khusus, dalam batasan jarak tertentu.

Dalam hal ini, kawasan industri adalah kompleks tertentu bagi berbagai industri dasar atau industri kunci yang berperan mendorong pertumbuhan zona industri. Kegiatan industri kecil lain, dapat bertumbuh di dalam dan di luar kawasan industri.

Indonesia sendiri memiliki delapan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri, yang meliputi :

  • WPPI Sumatera bagian utara, yang berlandaskan pada potensi sumber daya alam.
  • WPPI Sumatera bagian selatan (termasuk Bnaten), yang berlandaskan pada potensi ekonomi batu bara, timah, minyak bumi, serta mineral industri seperti kaolin dan kapur.
  • WPPI Jawa dan Bali (tidak termasuk Banten), yang berlandaskan pada prasarana yang baik, meliputi tenaga kerja terampil, sumber energi, serta sistem pertanian yang maju.
  • WPPI Kalimantan bagian timur, yang berlandaskan pada potensi gas serta batu bara.
  • WPPI Sulawesi, yang berlandaskan pada potensi pertanian, perikanan, aspal, nikel, kapur dan kayu.
  • WPPI Batam dan Kalimantan barat, yang berlandaskan pada potensi sumber daya alam, budaya, serta tenaga terampil industri kecil.
  • WPPI Indonesia Timur bagian utara, yang berlandaskan pada potensi hasil laut, mineral dan hutan.

Jadi, demikianlah materi mengenai kawasan industri, baik tujuan, fasilitas, serta informasi lain terkait kawasan industri. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *