Hukum Membayar Zakat Online

Bayar zakat kini sanggup dilakukan secara online. Namun, apakah pembayaran zakat online udah sesuai bersama dengan syariat Islam.
Sebagai umat muslim tentunya kita diwajibkan untuk membayar zakat. Baik zakat fitrah maupun zakat maal.

Karena zakat merupakan anggota berasal dari rukun islam, yaitu rukun keempat. Namun di tengah keadaan pandemi COVID-19 waktu ini, di mana kita benar-benar dibatasi untuk bepergian, tentunya pilihan pembayaran zakat secara online adalah langkah yang benar-benar bijak dan mudah.

 

Alasan Bayar Zakat Online Sesuai Syariah

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, didalam Fiqhuzzakat-nya, berpendapat bahwa seorang pemberi zakat tidak harus tunjukkan secara eksplisit dana yang ia berikan adalah zakat.

Sehingga jikalau pemberi zakat tanpa tunjukkan kepada penerima zakat bahwa duit yang ia serahkan adalah zakat, maka zakatnya selalu sah.

 

Dengan demikian, seseorang sanggup menyerahkan zakatnya secara online kepada Lembaga Amil Zakat.

Ibadah zakat tidak serupa bersama dengan wakaf, akad menjual beli, hutang piutang, gadai dan sejenisnya. Sehingga ijab qabul tidak terhitung syarat sah zakat.

Karena terhadap dasarnya ijab qabul tidak terhitung tidak benar satu rukun zakat. Demikian pengakuan didalam Konsultasi ZISWAF yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.

Lebih lanjut, jikalau mengutip pengakuan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin AF menyebutkan secara Hukum Islam zakat yang disalurkan melalui online tidak jadi masalah.

Justru, menurut dia, zakat online sanggup memudahkan penduduk didalam menunaikan zakatnya.

“Ya teknologi saat ini udah maju udah terlalu mungkin melalui online. Zakat yang untuk memudahkan muzakki atau menyalurkan zakatnya sah-sah saja, secara hukum tak masalah,” katanya.

Selanjutnya, selanjutnya ini penjelasan mengapa bayar zakat online  Salam itu sah sesuai syariat islam.

Lalu bagaimana hukumnya jikalau membayar zakat secara online? Apakah kriteria yang harus dituruti supaya zakat yang dibayarkan jadi sah dan mempunyai pahala?

 

1. Terdapat Kalkulator untuk Menghitung Nisab

Persyaratan utama yang harus diikuti adalah pemberi zakat sanggup secara finansial dan menggapai batas sekurang-kurangnya bayar zakat atau nisab, harta benda apa saja yang harus dibayarkan zakatnya, hingga siapa yang pantas menerima zakat.

Untuk jelas berapa nisab yang harus dibayarkan didalam zakat maal, online terdapat kalkulator zakat yang menghitung berdasarkan harga beli emas terkini.

 

2. Disalurkan ke Amil Zakat Resmi

Pembayaran zakat dianggap sah jikalau dibayarkan ke Lembaga Amil Zakat yang punya izin formal berasal dari Kementerian Agama.

Saat ini membayar zakat melalui online udah bekerja mirip bersama dengan 8 Lembaga Amil Zakat, yakni: Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Lazismu, IZI, Rumah Yatim, Laz Al-Azhar, dan Nu Care LAZISNU.

Pembayaran zakat berasal dari Toppers bakal segera disalurkan oleh Lembaga Amil Zakat. Pembayaran online via  ke Lembaga Amil Zakat secara tertentu bakal memudahkan didalam pendistribusian kepada mustahiq zakat atau orang yang berhak menerima zakat.

Sebagai transparansi,  Salam terhitung bakal mengirimkan laporan penyaluran zakat ke pemberi zakat melalui email ataupun sanggup diakses di halaman Zakat Maal atau Zakat Fitrah.

 

3. Diawali bersama dengan Doa & Diakhiri bersama dengan Pernyataan Resmi

Hal perlu lainnya, meskipun bukan suatu kewajiban, didalam penyerahan zakat online  dimulai bersama dengan pembacaan doa tekad zakat sebelum akan proses pembayaran dan diakhiri bersama dengan pengakuan formal sudah menerima pembayaran zakat dan bakal disalurkan oleh Lembaga Amil Zakat yang dipilih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *