Menghitung Kebutuhan Air Pada Sebuah Bangunan

Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Air adalah senyawa yang penting bagi seluruh wujud kehidupan yang diketahui hingga selagi ini dan menutupi nyaris 71% permukaan Bumi.

Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) ada di Bumi. Air lebih dari satu besar terdapat di laut dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), bakal tapi termasuk dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap dan lautan

Air dalam obyek-obyek selanjutnya bergerak ikuti suatu siklus air yaitu: melalui penguapan, hujan dan aliran air di atas permukaan tanah (run off, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut.

 

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15K(0 °C).

 

Kebutuhan Air dalam Bangunan

Tentu saja karena manusia memiliki tempat tinggal, dan dalam hunian selanjutnya manusia konsumsi air untuk bermacam keperluan, terlebih untuk minum, mandi, dan mencuci. Untuk itulah dalam merancang sebuah tempat tinggal dan tempat beraktivitas harus menyadari kebutuhan air berasal dari bermacam fasilitas di dalamnya.

Sekarang bagaimanakah kita menyadari perihal kebutuhan air untuk gedung atau rumah kita? bagaimanakah menghitungnya? Berikut adalah tehnik simple perancangan kebutuhan air berasal dari sebagian sumber.

Dalam mempertimbangkan kebutuhan air bersih yakni dimaksudkan untuk mendapatkan uraian perihal volume tangki penyimpanan air bersih yang harus dihidangkan dalam suatu bangunan dan besaran kapasitas pompa yang diperlukan.

 

Kebutuhan Air Keseharian

Kebutuhan air bersih dapat dihitung berdasarkan :
1. Jumlah pemakaian rata rata perhari per unit( orang, tempat duduk atau tempat tidur dan lain lain)seperti terlihat pada tabel 01. untuk air dingin dan tabel 02. untuk air panas.
2. Jumlah dan jenis peralatan sanitair yang digunakan sperti terlihat pada tabel 04.
3. Beban peralatan sanitair pada tabel 05.

Tabel 1 Kebutuhan Air dingin per hari

Kebutuhan Boiler

Kebutuhan air panas, menggunakan penghangat air buatan (boiler) tentu memerlukan sumber daya yang lebih besar. Jika kebutuhan Boiler akan air panas mencapai jumlah yang cukup besar, seperti pada hotel, maka air yang dihasilkan diperoleh dari Boiler, dengan kebutuhan air dihitung menggunakan water meter amico : V’ air boiler = 20 /liter/PK/Jam

Tabel 2 Kebutuhan Air panas per hari
Tabel 2 Kebutuhan Air panas per hari

Kebutuhan air dapat juga dihitung dengan pendekatan luasan bangunan, seperti tabel 3 berikut yang menjelaskan kebtuhan air berdasarkan luas bangunan.

Tabel 3 Kebutuhan air bangunan
Tabel 3 Kebutuhan air bangunan

Atau jika dihitung berdasarkan pendekatan peruntukan, maka jumlah peralatan sanitair dapat dihitung seperti pada tabel berikut :

Tabel 4 jumlah Peralatan sanitair minimum
Tabel 4 jumlah Peralatan sanitair minimum
Tabel 5 Beban peralatan sanitair
Tabel 5 Beban peralatan sanitair

Bisa juga dihitung berdasarkan pendekatan penggunaan peralatan sanitair, maka kebutuhan air dapat ditentukan bedasarkan tabel berikut :

Tabel 6 Kebutuhan air perlatan sanitair
Tabel 6 Kebutuhan air perlatan sanitair

Kebutuhan Pencegahan dan pengendalian kebakaran
Sprinkler dan hydrant membutuhkan cadangan air yang diperhitungkan untuk jangka waktu selama 30 menit. Selang waktu ini diambil dengan asumsi bahwa jika api belum padam, maka petugas pemadam kebakaran sudah tiba dilokasi kebakaran.

V’air sprinkler = Σsprinkler x 18 x 30 liter
V’air hydrant  = Σhidrant x 400 x 30 liter

Tabel 7 Tabel Kebutuhan air menurut tipe bangunan
Tabel 7 Tabel Kebutuhan air menurut tipe bangunan

Demikianlah mengenai cara menghitung kebutuhan air dalam bangunan, semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *