Proses Pembuatan Briket

Proses Pembuatan Briket

Briket merupakan sebuah blok bahan yang dapat dibakar dan digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan menjaga nyala api. Apakah kamu penasaran apa saja proses pembuatan briket ini? Berikut adalah proses pembuatan briket yang mudah dan sederhana.

Proses Pembuatan Briket

Bahan baku briket diketahui dekat dengan masyarakat pertanian karena biomassa limbah hasil pertanian dapat digunakan untuk briket. Penggunaan briket, terutama briket yang dihasilkan dari biomassa dapat menggantikan penggunaan dari bahan bakar fosil.

Membuat briket arang dilakukan dengan menekan dan mengeringkan campuran bahan-bahan menjadi blok yang keras. Metode ini umumnya digunakan untuk batu bara yang memiliki nilai kalori rendah atau serpihan batu bara supaya memiliki tambahan nilai jual dan manfaat. Briket biasa digunakan di industri dan rumah tangga.

Bahan yang digunakan untuk membuat briket sebaiknya yang memiliki kadar air rendah untuk mencapai nilai kalor yang tinggi. Keberadaan bahan volatil juga mempengaruhi seberapa cepatnya laju pembakaran briket. Bahan yang mempunyai bahan volatil tinggi akan lebih cepat habis terbakar.

Proses pembuatan briket ini dapat dikatakan mudah dan sederhana, namun memiliki banyak manfaat. Untuk memudahkan pembuatan briket, kamu bisa menggunakan mesin briket arang kelapa. Berikut ini adalah proses pembuatan briket yang perlu kamu ketahui.

Tahapan Membuat Briket Arang

1. Briket Daun Kering

Briket Daun Kering

Sampah organik dari daun kering ternyata tidak hanya dijadikan sebagai pupuk kompos saja. Namun, selain dijadikan pupuk kompos, sampah organik dari daun kering ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk membuat briket arang.

Ternyata, pembuatan arang briket sebenarnya terbilang sangatmudah. Bahan baku utama yang sebenarnya biasa dijumpai setiap hari, yaitu tumbukan daun kering yang sudah dibakar dan lem yang dibuat dari tepung kanji. Berikut ini proses pembuatan briket arang daun kering.

Bakar Daun

Langkah pertama adalah membakar daun yang kering. Namun, dalam membakar jangan sampai menjadi abu. Tidak ada daun jenis khusus yang menjadi favorit untuk pembuatan briket karena semua jenis daun bisa dimanfaatkan.

Proses Penumpukan

Jika sudah mengalami proses pembakaran, daun-daun tersebut selanjutnya masuk pada tahap penumbukan hingga halus dan mirip dengan tekstur pasir. Daun yang telah ditumbuk halus sampai menyerupai pasir ini kemudian diayak sampai ditemukan tekstur daun yang kering dan halus.

Pencampuran Lem 

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah proses pencampuran lem kanji bersama serbuk daun. Jika komposisinya terlalu banyak lem, maka proses pengeringan akan memakan waktu yang semakin lama. Sebaliknya, apabila kekurangan lem maka saat dicetak, serbuk daun tidak akan saling menempel . Setelah itu, aduk dan masukkan ke dalam mesin cetak atau mesin pres.

Pengeringan

Pada proses pencetakan atau press tidak memerlukan waktu yang lama. Setelah terbentuk langsung bisa masuk pada tahap pengeringan. Jika matahari sedang terik, proses pengeringan hanya membutuhkan dua hari saja. Sebaliknya, jika matahari kurang mendukung maka membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk menjemur.

2. Briket Serbuk Kayu

Selama ini kayu yang telah rapuh karena dimakan usia dan rayap banyak menyebabkan masalah dalam penanganannya. Kayu hanya dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang akhirnya berdampak negatif terhadap lingkungan.

Tetapi, bagi mereka yang kreatif, kayu yang sudah tua dan dimakan rayap dapat dihancurkan dan diambil serbuknya untuk selanjutnya diolah lagi menjadi briket. Proses pembuatan briket dengan serbuk kayu ini ternyata sangatah mudah. Briket ini yang  dibuat dari limbah gergaji kayu ini memiliki harga yang jauh lebih murah dari pada briket batubara. Berikut ini adalah proses pembuatan briket serbuk kayu.

Pengarangan

Kayu yang masih utuh, kemudian di hancurkan dengan mesin penghancur kayu untuk diambil serbuknya dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual (dibakar).

Pengayakan

Pengayakan dimaksudkan untuk menghasilkan arang serbuk kayu dan tempurung kelapa yang lembut dan juga halus. Arang serbuk gergaji diayak menggunakan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa menggunakan ukuran 70 mesh.

Pencampuran Media

Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang sudah disaring selanjutnya dicampurkan dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat proses pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa.

Pencetakan Briket Arang

Setelah bahan-bahan tersebut dicampur rata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan mesin briket atau alat pembuat briket dan ditempa.

Itulah beberapa proses pembuatan briket daun kering dan briket serbuk kayu. Briket arang akan memiliki nilai jual yang tinggi apabila dikemas dengan menarik. Setelah membuat briket arang, kamu juga bisa mencoba cara membuat arang aktif sederhana. Yuk, mulai sekarang gunakan briket arang!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *