Variates Tanaman Pinang dan Cara Membudidayakannya

variates tanaman pinang

Variates tanaman pinang – Pinang disebut betel palm atau betel nut tree dalam bahasa Inggris, dan nama latinnya adalah Areca catechu. Pohon pinang termasuk dalam famili Arecales dan termasuk dalam kelompok famili Areceae dari kelas monokotil atau termasuk dalam tumbuhan berkeping satu .

Tanaman pinang berbentuk lurus dan ramping serta memiliki banyak manfaat. Pohon pinang biasa ditanam di pekarangan atau taman. Tanaman ini memiliki tinggi 10-30 m dan diameter sekitar 15-20 cm, serta dapat tumbuh di kedua tepian sungai.

Buah pinang memiliki jenis buah yang disebut buah batu atau buah berbiji. Sering disebut stonefruit karena memiliki lapisan dalam buah. Atau kulit leci bagian dalam setebal dan keras seperti batu. Buah pinang menguning menjadi jingga saat matang. Buahnya juga memiliki bagian biji yang lonjong.

Baca Juga : Apa Saja Khasiat dan Efek Samping Buah Pinang? Simak Lebih Lanjut Disini

Variates Tanaman Pinang yang Tersebar Di Indonesia

1. Pinang Betara

Ada juga spesies pohon pinang yang ada di Indonesia yaitu pinang betara. Betara adalah buah pinang kualitas tinggi paling awal di Indonesia yang berasal dari Jambi. Kebetulan di wilayah desa Betara di Kecamatan Jabung Tanjung Barat di Jambi.

Buah Pinang Betara berukuran lebih besar dari buah pinang biasa dan memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Pemilihan tanam pinang dapat meningkatkan pendapatan tahunan yang lebih besar dari pada buah pinang biasa.

Secara umum, permintaan buah ini semakin tinggi karena merupakan komoditas ekspor dan prospeknya diperkirakan akan terus berkembang. Dengan keunggulan Pulau Pinang tentunya dapat meningkatkan pendapatan para pengusaha perkebunan pinang.

Buah muda pohon Betara berwarna hijau tua dan jingga saat dewasa. Bentuk buahnya lonjong, seperti telur dan tempurung kelapa berwarna coklat muda. Pinang Betara berwarna agak coklat. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan gambut atau tempat basah.

Keunggulan Pinang Betara

  • Memiliki periode produktif yang lebih cepat, pada usia 4 – 5 tahun jenis pohon ini sudah mulai berbuah dan memasuki masa produktif pada usia 6 – 7 tahun.
  • Produksi buah mencapai 131 butir/tandan
  • Buah ini memiliki berat 47 gram utuh, dengan berat biji kering 8,68 gram
  • Memiliki kandungan tanin 9,79%
  • Produksi kernel/kering/pohon/tahun sebesar 5,70 kg
  • Memiliki potensi hasil kernel/ha sebesar 7,81 ton
  • Tinggi batang 10,28 m
  • Usia tanaman hingga 25 tahun

2. Pinang Bulawan – Variates Tanaman Pinang

Pohon pinang juga telah ditetapkan sebagai varietas unggul yang berasal dari Kotamobagu di Provinsi Sulawesi Utara oleh Balai Pertanian Tanaman Kelapa Sawit (Balit Palma) Badan Litbang Pertanian.

Penentuan tersebut berdasarkan hasil studi yang dilakukan dengan peneliti pinang di Mapanget Balim Palma Minahasa Utara. Keunggulan pohon pinang bulawan adalah buahnya yang besar, kandungan tanin yang tinggi dan potensi produksi yang besar.

Distribusi pohon pinang ini meliputi desa Molinow, Mongkonai, Pobundayan dan Bilalang. Pencatatan pohon Belawan Pinang berlangsung pada bulan Oktober 2017 dan telah masuk dalam agenda nasional. Bahkan, pohon pinang Bulawan dikabarkan telah dibidik oleh Jepang.

3. Pinang Merah / Pinang Raja

Pohon pinang dipercaya berasal dari Semenanjung Malaka, Sumatera dan Kalimantan. Batang buah pinang ini ramping, dengan daun majemuk tetap hijau dan daun kemerahan. Buah pinang ini berukuran kecil, lonjong, ukuran 1 cm dan diameter 6 mm. Batang pohon pinang merah tua digunakan untuk santan.

4. Pinang Hutan

Buah pinang ini tumbuh subur di pulau Jawa dan Sumatera. Buah pinang ini tumbuh berkelompok, dengan batang dan buku yang ramping. Pinang hutan dapat tumbuh hingga 2-6 m dengan diameter 2-5 cm. Tanaman yang terletak di darat pada ketinggian 10-1.600 meter diatas permukaan laut dapat tumbuh dengan baik.

5. Pinang Kelapa

Nama ilmiah pohon sirih ini adalah (Actinorhytis Calapparia BI Wendi). Pohon pinang kelapa tumbuh di tanah Sulawesi dan telah menyebar ke seluruh Indonesia. Banyak orang memanfaatkannya sebagai tanaman hias.

Di Pulau Jawa, khususnya Pulau Jawa Tengah, orang disebut Jawar. Namun berbeda dengan bahasa Sunda yang biasa disebut jambe sinagar. Teknik budidaya jenis pinang dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan getah.

Alasan penggunaan kata “kelapa” pada pohon pinang bukan karena mirip dengan kelapa, tetapi karena dapat mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih tinggi dari jenis dan varietas pohon pinang lainnya.

Pohon ini bisa tumbuh di daerah diatas 500 mdpl. Tinggi pohon pinang ini bisa mencapai 20 m atau lebih. Keunggulan lain dari varietas pinang ini adalah bentuk gelarnya yang indah, sehingga dapat menjadi tanaman hias. Selain itu, ekstrak buah pinang juga dapat digunakan sebagai pengganti bedak bayi.

6. Pinang Irian

Pohon Pinang Irian atau nama latinnya (\Prychosperma macarthurii Nicholson adalah tanaman asli Pulau Irian Jaya. Kini Pinang Irian sudah tersebar luas di seluruh Indonesia, bahkan dijual sebagai tanaman hias di benua Eropa. Buah pinang tumbuh berkelompok, dan tinggi batangnya bisa mencapai 4–5 m.

Biasanya petani menggunakan biji atau tunas anakan untuk membudidayakan tanaman ini. Pinang Irian juga mengandung banyak tanin beracun.

Membudidayakan Tanaman Pinang – Variates Tanaman Pinang

variates tanaman pinang

Pinang tumbuh paling cepat bila ditanam di lokasi yang memenuhi syarat tumbuh. Jika tepat, itu memiliki efek positif pada pencapaian pertumbuhan dan hasil buah yang optimal.

Cara Menanam dan Menanam Pinang

Jika buah pinang tumbuh di atas tanah hingga ketinggian 0-1000 m (mdpl) dan lokasi ideal 600 mdpl akan tumbuh dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal. Selain itu, pinang sebaiknya ditanam di tanah gembur dengan curah hujan tahunan 750-4500 mm. Kisaran suhu kelembaban yang baik untuk buah pinang adalah 20°C sampai 30°C.

Tanaman pinang juga membutuhkan banyak sinar matahari, membutuhkan 6 sampai 8 jam sehari. Budidaya pinang hampir identik dengan menanam kelapa.

Menanam Tanaman Pinang Tidak Berbeda Dengan Penananaman Kelapa

Seperti kelapa, pinang juga menghasilkan buah. Buah standar yang dapat dijadikan benih harus sudah tua dan dalam kondisi baik. Cara menyemai buah cukup dengan memasukkannya ke dalam kantong plastik atau polybag. Masa tanam adalah 18 hingga 30 bulan. Pada saat ini, bibit dapat ditanam dengan 5-7 daun. Jika Anda masih menanam di daerah yang banyak babi hutan, Anda perlu merawat tanaman dengan baik.

Asalkan Anda memiliki bibit pinang minimal 3 bulan pertama setelah tanam. Tidak diperlukan perawatan khusus ketika diameter batang mencapai 1,5 hingga 2 m atau setelah 3 bulan. Pohon pinang mulai berbunga pada umur 4-8 tahun. Tanaman ini dapat terus berbunga dan berbuah hingga 50.

Buah pinang berbuah setahun sekali. Buahnya, juga dikenal sebagai pinang atau pinang, membutuhkan waktu delapan bulan untuk matang.

Pemanenan dan Perawatan Buah Pinang – Variates Tanaman Pinang

Ada dua periode panen yang bisa diselesaikan. Hal ini biasanya ditandai dengan buah merah jingga saat buah pinang sudah tua, dan saat dipanen muda, masih hijau tua sekitar 7-8 bulan. Namun pada proses pasca panen, buahnya mengeras dan tidak menjadi muda meski direbus, sehingga bisa diserang hama.

Jika buah pinang sudah seperti ini, maka penanam pinang bisa langsung menjemur pinang di bawah terik matahari hingga buahnya berubah warna menjadi coklat dan kulit mulai pecah-pecah seperti benang atau rambut. Saat buah sudah benar-benar kering, bisa dikupas atau dipotong dua dengan alat pemecah buah pinang. Setelah mengupas buah pinang, jemur kembali di bawah sinar matahari langsung. Ini mengurangi jumlah kelembaban dalam buah tempat jamur tumbuh.

Jangan sampai terlewatkan artikel khusus untuk anda Cara Membuat Boba dari Nutrijell Mudah dan Ekonomis

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *